KKI Minta Galon Kadaluarsa Segera Ditarik dari Pasar

prophetrock.com – Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) kembali merilis hasil investigasi lapangan bertajuk “Investigasi Ganula Air Minum di Jabodetabek”. Penelusuran dilakukan di 60 toko kelontong di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Hasilnya menunjukkan galon guna ulang bermasalah masih dijual bebas, tanpa perubahan signifikan dibanding temuan tahun lalu.

Investigasi ini difokuskan pada usia pakai, kondisi fisik, dan keamanan galon. KKI menekankan bahwa galon AMDK digunakan jutaan masyarakat setiap hari. Oleh karena itu, distribusi galon lanjut usia atau Ganula menjadi perhatian serius bagi keselamatan publik.

Baca juga: “KAI Tawarkan Diskon 20% Tiket Eksekutif via Aplikasi”

Hasil investigasi menunjukkan sekitar 57% galon yang beredar berusia lebih dari dua tahun. Padahal, pakar menyarankan usia maksimal satu tahun untuk mencegah pelepasan zat kimia berbahaya, seperti BPA dari plastik polikarbonat.

Tim KKI menemukan galon produksi 2012 masih dijual di Bogor, sementara galon produksi 2016 dijual di Tangerang. Kondisi ini menunjukkan galon lanjut usia tetap bebas beredar, meski berisiko tinggi bagi kesehatan.

Selain usia, kualitas fisik galon juga mengkhawatirkan. Sekitar 80% galon tampak buram dan kusam, menandakan siklus penggunaan berulang tanpa pengawasan kualitas. Sebanyak 55% galon ditemukan lusuh dan berdebu, mencerminkan rendahnya standar kebersihan dalam distribusi.

David Tobing, Ketua KKI, menegaskan:

“Ketika kami menemukan galon berumur 13 tahun, itu bukan lagi red flag, itu sirene bahaya. Galon lanjut usia harus segera ditarik dari pasar. Ini soal keselamatan manusia, bukan sekadar kemasan.”

Ia menambahkan bahwa produsen wajib bertanggung jawab atas distribusi galon yang aman. Temuan ini menunjukkan kegagalan produsen memenuhi standar keamanan bagi konsumen.

Investigasi KKI juga mengungkap minimnya edukasi produsen kepada pedagang. Sebanyak 95% pedagang tidak memahami cara membaca kode produksi galon, dan 91,7% tidak mendapatkan informasi terkait keamanan bahan kemasan.

David menyarankan konsumen lebih kritis:

“Jika Anda menerima galon buram, kusam, atau berusia lebih dari dua tahun, tolak! Minta galon baru. Anda berhak atas air minum aman.”

KKI melaporkan temuan ini kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN). Dalam rekomendasinya, KKI menegaskan agar BPKN mendorong produsen menarik seluruh galon berusia lebih dari dua tahun. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko paparan BPA dan kontaminan lain pada masyarakat.

KKI juga meminta masyarakat aktif melapor galon lanjut usia melalui kanal resmi di www.komunitaskonsumen.or.id.

Paparan jangka panjang terhadap BPA dan kontaminan dari galon lama bisa memicu gangguan hormonal dan masalah kesehatan kronis. Organisasi kesehatan internasional merekomendasikan pemakaian galon maksimal satu tahun untuk air minum minuman dalam kemasan guna ulang.

Kegagalan produsen menyediakan galon aman dapat membahayakan jutaan konsumen. Oleh karena itu, penarikan galon lanjut usia bukan hanya regulasi, tapi kewajiban moral dan hukum.

Investigasi KKI menegaskan bahwa galon lanjut usia masih dijual bebas di Jabodetabek. Selain usia pakai, kondisi fisik yang buram, kusam, dan lusuh menjadi ancaman langsung bagi keselamatan publik.

KKI menekankan produsen harus bertanggung jawab dan menarik galon bermasalah. Konsumen juga perlu kritis dan aktif melapor. Keselamatan air minum bukan pilihan, tetapi hak setiap warga dan tanggung jawab semua pihak.

Baca juga: “BUMDes Sigap Tanjungsari Barat Subang Berhasil Menyediakan Air Minum Kemasan Galon dengan Harga Terjangkau, Ratusan Kemasan Galon Per Hari Terjual”



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *