Mendag
prophetrock.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat total transaksi dari program Belanja Nasional 2025 mencapai Rp393,78 triliun. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan angka ini menunjukkan tren konsumsi masyarakat yang sehat sepanjang tahun.
“Transaksi tertinggi terjadi pada momen ‘Friday Mubarak’ di akhir Februari hingga Maret 2025, mencapai Rp72,3 triliun. Kemudian disusul ‘Holiday Sale’ sebesar Rp69,2 triliun dan ‘Epic Sale’ Rp54,88 triliun,” ujar Mendag Budi Santoso dalam temu media di Jakarta, Jumat.
Selain itu, momentum lainnya seperti ‘Merdeka Madness’ menghasilkan Rp44 triliun, ‘Harbolnas’ Rp36,4 triliun, serta BINA Diskon Lebaran Rp32,7 triliun. Program ‘BINA Indonesia Great Sale’ mencatat Rp31 triliun, ‘BINA-HBD Indonesia’ Rp30 triliun, dan ‘Indonesia Shopping Festival’ Rp23,3 triliun.
Mendag menekankan bahwa program belanja nasional tidak hanya mendorong konsumsi, tetapi juga membantu produk lokal dan UMKM naik kelas. Kemendag mencatat sebanyak 38.356 UMKM difasilitasi sepanjang 2025, dengan potensi transaksi mencapai Rp170,6 miliar.
“Momentum seperti Harbolnas dan Diskon Lebaran membuktikan pasar domestik cukup sehat dan terjaga. Ini juga mendorong produk UMKM lebih dikenal luas,” jelas Mendag.
Menurutnya, keberhasilan program ini menunjukkan sinergi pemerintah, asosiasi pengusaha, dan peritel penting untuk menjaga ekosistem belanja nasional tetap aktif.
Baca juga: “MUI Tunggu Penjelasan Presiden Soal Board of Peace”
Kemendag menilai penyelenggaraan program belanja secara berkelanjutan perlu dilakukan untuk memaksimalkan dampak ekonomi. Mendag menyebut koordinasi dengan asosiasi seperti HIPPINDO penting agar momentum seperti Lebaran bisa dimanfaatkan optimal.
“Kami sudah berkomunikasi dengan HIPPINDO untuk memulai program belanja mendatang. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah mengakses produk lokal, termasuk dari UMKM,” ujar Mendag.
Lebih lanjut, program-program belanja nasional membantu distribusi barang dan memperluas pangsa pasar, terutama untuk produk UMKM yang ingin naik kelas. Kemendag juga mendorong partisipasi sektor swasta agar program ini bisa menjangkau lebih banyak konsumen di seluruh Indonesia.
Transaksi Belanja Nasional 2025 senilai Rp393,78 triliun menandai peningkatan konsumsi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin adaptif terhadap promosi digital dan program belanja online.
Mendag menambahkan, strategi belanja nasional ke depan akan memadukan event offline dan online agar lebih inklusif. “Dengan sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan peritel, potensi belanja nasional bisa terus meningkat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat UMKM,” ujar Budi Santoso.
Pemerintah juga menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat agar lebih cermat dalam memanfaatkan promo dan diskon, sekaligus mendukung produk lokal agar naik kelas dan memperkuat daya saing nasional.
Baca juga: “Mendag Ungkap Tantangan Perdagangan Internasional Hambat Ekspor Nasional”
prophetrock.com - Isu sengketa lahan di kawasan Tanah Abang kembali menjadi sorotan setelah muncul klaim…
prophetrock.com - Polisi Tangkap seorang pria asal Depok setelah kedapatan menyimpan narkotika jenis ganja seberat…
prophetrock.com - Klasemen Runner-up terbaik Piala AFF U-17 2026 terjadi setelah laga Singapura U-17 melawan…
prophetrock.com - Bansos PKH Pemerintah memastikan bahwa bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan…
prophetrock.com - Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Arab Saudi setelah hujan deras mengguyur kawasan…
prophetrock.com - Total Harta Operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap…