China Dorong Prinsip Kesetaraan Kedaulatan di Forum PBB
prophetrock.com – Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyerukan semua negara untuk menjunjung tinggi prinsip “kesetaraan kedaulatan” dalam pidatonya di Dewan Hak Asasi Manusia PBB melalui sambungan video.
Ia menekankan bahwa “tidak ada negara yang dapat mengajari negara lain tentang hak asasi manusia,” sekaligus menyerukan penghormatan pada hukum internasional dan non-intervensi dalam urusan dalam negeri.
Wang menyebut situasi global saat ini bersifat “kompleks dan saling terkait.”
Menurutnya, tatanan internasional pasca-Perang Dunia II dan tata kelola HAM global menghadapi tantangan baru, termasuk tekanan geopolitik dan standar ganda.
Ia menekankan bahwa pengembangan hak asasi manusia harus berakar pada kondisi nasional masing-masing negara dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Dalam pidatonya, Wang juga menyerukan partisipasi, pengambilan keputusan, dan pembagian manfaat yang lebih adil di forum multilateral.
Ia menekankan perlunya memberi perhatian lebih pada suara dan tuntutan negara-negara Global Selatan.
“Semua pihak harus menolak kata-kata dan tindakan yang menciptakan standar ganda atas nama HAM,” tegas Wang.
Selain itu, Wang mendorong penguatan multilateralisme dan kerja sama internasional untuk menghadapi isu baru terkait HAM.
Beberapa tantangan yang disebut termasuk kecerdasan buatan, perubahan iklim, diskriminasi rasial, dan hak atas pembangunan.
Ia menekankan hak atas pembangunan harus menjadi pusat agenda HAM global agar kemajuan bersifat inklusif dan dapat diakses semua pihak.
Wang menekankan bahwa China akan terus mengembangkan “demokrasi rakyat secara menyeluruh.”
Ia menegaskan modernisasi China diarahkan untuk bermanfaat bagi seluruh warga secara adil dan merata.
Pidato ini disampaikan seiring dimulainya Rencana Lima Tahun ke-15 China, yang menekankan pembangunan berkelanjutan dan kemakmuran bersama.
China, lanjut Wang, siap bekerja sama dengan semua negara untuk mendorong pembangunan dan kemakmuran global.
Negara itu menegaskan komitmennya untuk menjunjung keadilan, kesetaraan internasional, dan perlindungan nilai kemanusiaan bersama.
Ia juga menyerukan pembangunan komunitas masa depan bersama bagi umat manusia melalui kerja sama internasional.
Ahli hubungan internasional menilai pidato Wang Yi mencerminkan strategi diplomasi China yang menekankan prinsip kedaulatan, non-intervensi, dan multilateralisme.
China menekankan bahwa agenda HAM global harus menyesuaikan dengan konteks nasional dan kebutuhan masyarakat masing-masing negara.
Pendekatan ini menegaskan posisi Beijing dalam menghadapi kritik terkait standar HAM dan praktik internasional.
Dalam konteks global, pidato ini menyoroti ketegangan antara prinsip universalitas HAM dan kedaulatan negara.
China menekankan bahwa penyelesaian tantangan global membutuhkan kolaborasi lintas negara, bukan pendekatan satu ukuran untuk semua.
Hal ini relevan dengan isu-isu sensitif seperti perubahan iklim, hak digital, dan ketimpangan pembangunan.
Baca juga: “Tarique Rahman Sah Jadi Perdana Menteri Bangladesh”
Wang Yi menegaskan bahwa penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip non-intervensi adalah fondasi stabilitas global.
Ia menekankan bahwa standar ganda dapat merusak kredibilitas forum internasional dan memperburuk ketegangan geopolitik.
Oleh karena itu, China mendorong dialog dan kerja sama inklusif yang melibatkan semua negara, terutama dari Global Selatan.
Pidato ini juga menekankan pentingnya pembangunan ekonomi dan sosial sebagai bagian dari hak asasi manusia.
Wang menyoroti bahwa kemakmuran dan kesejahteraan rakyat merupakan indikator utama keberhasilan tata kelola HAM yang efektif.
China berharap pengalaman pembangunan domestiknya dapat menjadi referensi bagi kerja sama internasional.
Kesimpulannya, China menegaskan kesetaraan kedaulatan, non-intervensi, dan multilateralisme sebagai prinsip utama forum HAM PBB.
Pidato Wang Yi menekankan perlunya partisipasi adil, perlindungan hak pembangunan, dan kerja sama global untuk menghadapi tantangan HAM modern.
Langkah ini menegaskan posisi Beijing sebagai aktor utama dalam diplomasi multilateral dan tata kelola HAM global.
Baca juga: “Trump Tunduk ke China, Amerika Mulai Terpecah Belah”
prophetrock.com - Isu sengketa lahan di kawasan Tanah Abang kembali menjadi sorotan setelah muncul klaim…
prophetrock.com - Polisi Tangkap seorang pria asal Depok setelah kedapatan menyimpan narkotika jenis ganja seberat…
prophetrock.com - Klasemen Runner-up terbaik Piala AFF U-17 2026 terjadi setelah laga Singapura U-17 melawan…
prophetrock.com - Bansos PKH Pemerintah memastikan bahwa bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan…
prophetrock.com - Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Arab Saudi setelah hujan deras mengguyur kawasan…
prophetrock.com - Total Harta Operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap…