Olahraga

Carlos Cuadras Umumkan Pensiun Usai Kalah di Jepang

prophetrock – Mantan juara dunia kelas terbang super WBC, Carlos Cuadras, mengumumkan pensiun dari dunia tinju setelah kalah dari Tomoya Tsuboi di Tokyo, Jepang. Petinju asal Sinaloa, Meksiko, menutup karier profesionalnya yang berlangsung selama 17 tahun, menorehkan rekor 44 kemenangan, 6 kekalahan, 1 seri, dan 28 KO.

Cuadras menyatakan melalui laman resmi WBC bahwa ia merasa sudah seimbang dengan tinju. “Tinju memberi saya segalanya dan saya memberi segalanya,” ujarnya. Petinju berusia 37 tahun ini menelan kekalahan terakhir lewat technical knockout pada ronde kedelapan, menandai akhir perjalanan di ring.

Debut profesional Cuadras terjadi pada 2008, dan puncak kariernya diraih pada 2014 saat merebut gelar juara dunia kelas terbang super WBC. Ia berhasil mempertahankan sabuk tersebut sebanyak enam kali, menjadikannya salah satu nama terkemuka di divisi tersebut selama dekade terakhir.

Sepanjang kariernya, Cuadras menghadapi tantangan berat, termasuk masa rehabilitasi sebelum kembali merebut sabuk interim pada 2023. Kemenangan terakhirnya terjadi pada Mei 2025, yang sempat membangkitkan harapan untuk mengejar gelar dunia kembali.

Keputusan pensiun ini menutup babak panjang karier yang penuh prestasi dan dedikasi.

“Baca juga : Lisa Mariana Protes ke Ridwan Kamil di Komnas Perempuan”

Carlos Cuadras Pensiun, Tinggalkan Warisan Legendaris di Divisi Terbang Super WBC

Mantan juara dunia kelas terbang super WBC, Carlos Cuadras, resmi pensiun setelah kalah dari Tomoya Tsuboi di Tokyo, Jepang. Kekalahan itu membuat Cuadras menyadari bahwa kondisi fisiknya tidak lagi berada di puncak, sehingga ia memilih mundur dengan terhormat.

Cuadras menekankan bahwa keputusannya bukan karena kalah semangat, melainkan untuk menghindari menjadi batu loncatan bagi petinju muda. “Tinju memberi saya segalanya, dan saya ingin meninggalkan ring dengan penuh rasa hormat,” ujarnya dalam pernyataan resmi WBC.

Cuadras dikenal karena keberanian, gaya menyerangnya yang agresif, dan kemampuan beradaptasi di ring. WBC menegaskan bahwa warisannya akan abadi di antara para legenda divisi terbang super, meninggalkan jejak prestasi yang sulit dilupakan.

Sepanjang kariernya, Cuadras menghadapi berbagai tantangan, termasuk masa rehabilitasi sebelum kembali memenangkan sabuk interim pada 2023. Kemenangan terakhirnya pada Mei 2025 sempat membangkitkan harapan untuk meraih gelar dunia lagi, namun ia memutuskan saat ini adalah waktu tepat untuk pensiun.

Kepergian Cuadras menandai akhir era bagi tinju Meksiko di kelas terbang super, namun ia kini siap memulai babak baru di luar ring, sambil tetap menjadi inspirasi bagi generasi petinju mendatang.

“Baca juga : Pemerintah Larang Kepemilikan Pribadi Pulau di Indonesia”

setnis

Recent Posts

Tabrakan KRL Bekasi Hambat Ratusan Penumpang di Manggarai

Ratusan Penumpang KRL Tertahan di Stasiun Manggarai Imbas Tabrakan di Bekasi Timur prophetrock - Insiden…

1 day ago

Jaringan Penyelundupan ke Australia Dibongkar, 3 WN Pakistan

prophetrock.com - Jaringan Penyelundupan Aparat penegak hukum berhasil membongkar jaringan penyelundupan manusia yang diduga mengirim…

1 week ago

22 RT di Jakarta Terendam Banjir, Kampung Melayu Terparah

prophetrock.com - 22 RT di wilayah Jakarta masih terendam banjir setelah hujan deras mengguyur sejak…

1 week ago

Hashim mengungkap Program MBG Digagas Prabowo Sejak 2006

prophetrock.com  - Hashim mengungkap bahwa program MBG telah dirancang sejak tahun 2006 oleh Prabowo Subianto.…

1 week ago

Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas Ditikam

prophetrock.com  - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Nus Kei, dilaporkan meninggal dunia setelah…

1 week ago

Satgas Anti Mafia Tanah Tindak Klaim Hercules di Tanah Abang

prophetrock.com  - Isu sengketa lahan di kawasan Tanah Abang kembali menjadi sorotan setelah muncul klaim…

2 weeks ago