prophetrock – Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, memastikan Marselino Ferdinan batal bergabung untuk SEA Games 2025 di Thailand karena cedera hamstring. Keputusan ini diambil setelah klub pemain, AS Trencin, menyatakan tidak bisa melepas Marselino karena kondisinya yang sedang dalam pemulihan cedera.
Sebagai pengganti, Indra memanggil Rifqi Ray Farandi dari Persik Kediri. Rifqi dijadwalkan terbang ke Thailand pada Rabu untuk bergabung dengan skuad yang sudah berada di sana sejak Jumat pekan lalu.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pelatih AS Trencin bahwa Marselino Ferdinan tidak bisa dilepas klubnya karena mengalami cedera hamstring. Untuk itu, kami siapkan pengganti yakni Rifqi Ray Farandi dari Persik Kediri yang hari ini terbang ke Thailand,” jelas Indra dalam keterangan resmi, Rabu.
PSSI menambahkan bahwa Marselino sangat bersemangat untuk bermain bersama Garuda Muda. Namun, cedera yang dialami membuatnya tidak bisa tampil bersama rekan-rekannya, termasuk Ivar Jenner dan pemain lainnya. Keputusan ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pemain serta memaksimalkan performanya di masa depan.
Marselino merupakan satu dari empat pemain yang berkarier di luar negeri yang masuk skuad final Indra untuk SEA Games 2025. Tiga pemain lain yang bermain di kompetisi Eropa antara lain Ivar Jenner (FC Utrecht), Dion Marxk (TOP Oss), dan Mauro Zijlstra (FC Volendam), yang semuanya berlaga di Belanda. Kehadiran mereka diharapkan meningkatkan kualitas skuad, meskipun absennya Marselino menjadi kehilangan strategis bagi lini tengah tim.
Rifqi Ray Farandi dipilih Indra karena dinilai mampu menutupi posisi Marselino di tengah lapangan, sekaligus menambah opsi permainan tim. Pengalaman Rifqi di Liga 1 Indonesia diperkirakan dapat membantu adaptasi cepat di skuad Garuda Muda. Pelatih menekankan pentingnya kesiapan semua pemain untuk menghadapi laga-laga krusial di fase grup dan babak knockout SEA Games.
“Baca juga : PLN IP Catat Laba Rp13,1 Triliun, Rekor Tertinggi Sejarah”
Timnas U-22 Indonesia Siap Pertahankan Emas SEA Games 2025 di Grup C
Timnas U-22 Indonesia mulai fokus persiapan jelang SEA Games 2025 di Chiang Mai, Thailand, dengan target mempertahankan medali emas. Meski Marselino Ferdinan batal bergabung karena cedera, skuad tetap diperkuat pemain-pemain kunci, termasuk yang bermain di luar negeri.
Marselino, yang memiliki 37 caps untuk timnas senior Indonesia, menjadi pemain paling berpengalaman di SEA Games. Ia sebelumnya tampil pada edisi 2021 di Vietnam dan 2023 di Kamboja, membantu tim meraih prestasi maksimal. Absennya di Thailand menjadi kehilangan strategis, namun pelatih Indra Sjafri sudah menyiapkan pengganti dan strategi rotasi pemain.
Indonesia tergabung di Grup C bersama Filipina dan Myanmar. Laga perdana menghadapi Filipina dijadwalkan Senin, 8 Desember 2025, pukul 18.00 WIB, di Stadion 700 Anniversary of Chiang Mai. Selanjutnya, Garuda Muda menghadapi Myanmar pada Jumat, 12 Desember 2025, pukul 18.00 WIB. Indra menegaskan fokus tim saat ini adalah latihan intensif dan penyempurnaan strategi jelang pertandingan perdana. “Saat ini, tim sudah melakukan latihan intensif di Chiang Mai, Thailand. Kami terus fokus serta mematangkan persiapan dan strategi jelang melakoni laga perdana melawan Filipina,” kata Indra.
Pelatih menambahkan apresiasi khusus kepada PSSI dan klub luar negeri yang mendukung pemain abroad, termasuk Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx. Meskipun bukan kalender FIFA Matchday, ketiga pemain tersebut berhasil bergabung memperkuat skuad SEA Games 2025. “Terima kasih untuk PSSI yang berupaya memastikan pemain-pemain abroad bisa ikut. Juga terima kasih untuk I.League dan klub-klub luar negeri yang mendukung pembentukan skuad Timnas SEA Games 2025,” ujar Indra.
Ke depan, skuad U-22 Indonesia akan terus diasah kemampuan teknis dan taktisnya untuk menghadapi Filipina dan Myanmar. Target mempertahankan emas SEA Games menjadi motivasi utama, sambil memaksimalkan integrasi pemain muda dan pengganti pemain cedera. Keberhasilan skuad ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan sepak bola muda di Asia Tenggara.
“Baca juga : Solstis vs Ekuinoks: Ini Bedanya Fenomena Alam Tahunan”




Leave a Reply