Ubed
prophetrock.com – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah, atau akrab disapa Ubed, memetik pelajaran berharga setelah kalah dari Loh Kean Yew. Pertandingan berlangsung di babak kedua Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis.
Ubed kalah dua gim langsung dengan skor 19-21, 10-21. Kekalahan ini menjadi pertemuan pertama Ubed melawan Loh yang berujung kekalahan, setelah sebelumnya menang di SEA Games Thailand 2025 pada Desember lalu.
Ubed menekankan pentingnya tempo permainan yang lebih terkontrol. “Saya belajar dari dia cara menaikkan tempo saat kalah angin, sehingga bisa mengontrol lawan dengan ruang dan kecepatannya,” ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Selain itu, Ubed mengaku fokusnya sempat terganggu. Ia kehilangan beberapa momentum penting karena belum bisa mengendalikan tekanan pertandingan. “Kayak pikirannya masih mau fokus gitu, mungkin tegang karena banyak suporter,” jelasnya.
Baca juga: “Real Madrid Pesta Gol ke Gawang Monaco”
Ubed menilai tekanan di Indonesia Masters berbeda dari SEA Games. Kehadiran penonton yang banyak membuatnya sedikit deg-degan, sehingga performa belum maksimal. Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi Ubed dalam mengelola mental di turnamen besar.
Pelatih dan tim pelatnas juga mengamati kekalahan ini sebagai bahan evaluasi. Menurut pakar bulutangkis, adaptasi terhadap tekanan mental dan pengaturan tempo permainan kerap menjadi faktor penentu kemenangan di level internasional.
Pada gim pertama, skor sempat ketat hingga 19-19, namun Loh berhasil menutup dengan kemenangan tipis 21-19. Gim kedua berlangsung lebih dominan untuk Loh, dengan Ubed kalah 10-21. Statistik menunjukkan Ubed sempat unggul dalam beberapa reli panjang, namun serangan lawan lebih efektif dalam menutup poin.
Analisis teknik memperlihatkan bahwa pengaturan ritme permainan Loh Kean Yew, termasuk penempatan shuttle dan variasi tempo, menjadi kunci kemenangan. Ubed mencatat beberapa kesalahan sendiri, termasuk kehilangan peluang untuk menekan di awal gim kedua.
Meski kalah, Ubed menekankan sisi positif dari pertandingan ini. Ia menilai setiap kekalahan memberi pelajaran yang dapat diterapkan di turnamen berikutnya, termasuk pengendalian tempo dan fokus mental.
“Pertandingan ini penting untuk belajar bagaimana menghadapi pemain top seperti Loh. Saya akan evaluasi setiap poin dan tingkatkan mentalitas bertanding,” tambahnya.
Kekalahan ini juga menjadi catatan penting bagi tim pelatih. Fokus akan diberikan pada adaptasi strategi, pengelolaan tekanan, dan penguatan fisik agar Ubed siap menghadapi turnamen internasional berikutnya.
Pertandingan melawan Loh Kean Yew di Indonesia Masters 2026 menjadi pengalaman berharga bagi Ubed. Kekalahan ini mengajarkan pentingnya pengendalian tempo permainan, fokus, dan mental menghadapi lawan kuat.
Dengan evaluasi yang tepat, Ubed diharapkan dapat meningkatkan performanya di turnamen mendatang, memperkuat strategi, dan lebih siap menghadapi tekanan suporter serta lawan kelas dunia.
Kapolri Dorong Kantor Polisi Jadi Ruang Nonton Bersama Masyarakat prophetrock - Polri menyiapkan agenda nonton…
Langkah Internal PDIP Berjalan di Tengah Pembahasan Revisi UU Pemilu prophetrock - Fraksi PDI Perjuangan…
Fakta di Balik Uji Emisi yang Bikin Konsumsi BBM Mobil Makin Irit prophetrock - Banyak…
Dinamika Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026: Sinergi Konsumsi dan Investasi prophetrock - Menteri Keuangan…
Reformasi Institusi Polri: Pembatasan Jabatan di Luar Instansi dan Evaluasi Menyeluruh Penegak Hukum prophetrock -…
Realisasi Penerimaan Negara: Pajak Melompat Naik, Bea Cukai Mengalami Kontraksi prophetrock - Pemerintah Indonesia berhasil…