DPR Dorong Peran Pemuda Hadapi Dinamika Global

DPR Dorong Peran Pemuda Hadapi Dinamika Global

prophetrock –  Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Pernyataan ini disampaikan saat International Seminar ASEAN Youth Future Summit 2025 di Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Jawa Timur. Acara tersebut dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah dan menyoroti isu perubahan global yang semakin kompleks.

Novita menyampaikan bahwa anak muda harus menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan nasional dan geopolitik. Ia menjelaskan bahwa kondisi dunia yang berubah cepat menuntut pemuda untuk meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan, dan memperkuat daya saing. Menurutnya, generasi muda Indonesia harus siap menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Dalam sambutannya, Novita menekankan pentingnya mengamalkan nilai dasar yang ditinggalkan para pendiri bangsa. Ia menyebut semangat perjuangan Bung Karno dan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman generasi muda dalam membangun karakter dan arah masa depan. Nilai tersebut dianggap relevan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesiapan menghadapi perubahan besar di tingkat global.

Ia juga menyoroti ketimpangan akses pendidikan yang masih menghambat banyak anak muda di berbagai wilayah. Novita mengungkapkan bahwa akses pendidikan belum merata dan masih menjadi tantangan nasional yang memerlukan perhatian serius. Ia menilai perlunya kebijakan afirmatif yang berpihak pada daerah tertinggal serta peningkatan fasilitas pendidikan agar pemuda dapat berkembang secara optimal.

Novita menambahkan bahwa tantangan pemuda tidak hanya terkait pendidikan. Anak muda juga perlu diperkuat secara digital, mengingat transformasi teknologi berjalan cepat. Berbagai laporan menunjukkan bahwa keterampilan digital menjadi syarat utama untuk memasuki pasar kerja modern. Ia menegaskan bahwa DPR terus mendukung kebijakan yang mendorong literasi digital dan peningkatan kompetensi generasi muda.

“Baca juga : Samsung Tampilkan Smart Home AI di Forum Asia Tech 2025”

Bagi DPR Akses Pendidikan dan Literasi Dinilai Jadi Kunci Penguatan Generasi Muda

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini kembali menegaskan pentingnya akses pendidikan dan literasi sebagai fondasi kuat bagi masa depan generasi muda Indonesia. Pernyataan ini ia sampaikan dalam rangkaian kegiatan yang menyoroti peran pemuda dalam menghadapi dinamika global dan tantangan nasional yang terus berkembang cepat.

Novita menilai ketimpangan pendidikan masih menjadi hambatan besar bagi banyak anak muda di berbagai wilayah. Ia menekankan bahwa akses pendidikan yang tidak merata dapat mengurangi peluang generasi muda untuk berkembang dan berkompetisi. Menurut data Kementerian Pendidikan, kesenjangan akses pendidikan masih terlihat pada wilayah terpencil yang minim fasilitas dan tenaga pendidik.

Selain pendidikan, ia juga menekankan pentingnya keberanian generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan baru. Menurutnya, anak muda tidak boleh takut bermimpi besar meski situasi global semakin sulit diprediksi. “Semua berhak bermimpi. Rasa takut itu wajar, tetapi kalau tidak berani melewatinya, kita tidak akan memenangkan kehidupan,” kata Novita.

Ia menambahkan bahwa perkembangan zaman yang bergerak cepat menuntut pemuda untuk adaptif dan berpikir terbuka. Dalam konteks ini, literasi menjadi pilar utama yang menentukan kualitas pemuda. Novita menegaskan bahwa literasi tidak hanya terkait kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan yang tepat.

“Kita boleh menjadi apa saja, tetapi jangan sampai menjadi siapa-siapa tanpa literasi. Ketika diberi amanah, literasi membuat kita mampu menjalankannya dengan baik,” ucapnya. Ia menilai kemampuan literasi yang kuat akan memperkuat posisi pemuda di tengah arus digitalisasi dan globalisasi yang semakin cepat.

“Baca juga : Lisa BLACKPINK Jual Barang Pribadi, Donasi ke Gaza”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *