TNI pastikan mayoritas pasukan perdamaian ke Gaza dari matra AD

TNI Pastikan Mayoritas Pasukan Gaza Berasal dari AD

prophetrock – Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Kolonel (Inf) Donny Pramono, memastikan sebagian besar pasukan perdamaian Indonesia di Gaza berasal dari matra TNI AD. Menurutnya, dari total rencana pengiriman sekitar 20.000 personel, TNI AD diproyeksikan menyumbang 60 persen.

Donny menjelaskan, personel TNI AD akan memperkuat tiga brigade komposit yang menjadi tulang punggung kehadiran Indonesia di Gaza. Setiap brigade komposit terdiri dari Batalyon Kesehatan, Batalyon Zeni Konstruksi, dan Batalyon Bantuan. Struktur ini dirancang agar pasukan dapat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian secara efektif dan terintegrasi.

Ia menambahkan, keberadaan TNI AD yang mendominasi pengiriman personel juga bertujuan memaksimalkan keahlian darat, mulai dari dukungan medis, konstruksi infrastruktur, hingga logistik. Dengan komposisi ini, pasukan Indonesia diharapkan mampu mendukung stabilitas kawasan dan membantu kegiatan kemanusiaan di wilayah konflik.

Donny menekankan, persiapan personel dilakukan secara menyeluruh, termasuk pelatihan khusus misi perdamaian, koordinasi dengan militer internasional, serta penguatan kemampuan manajemen lapangan. “Kami pastikan setiap pasukan siap menghadapi tantangan di Gaza dan mendukung misi PBB dengan profesional,” ujarnya.

Dengan peran TNI AD yang dominan, Indonesia menunjukkan komitmen kuat terhadap misi perdamaian internasional. Ke depan, pengiriman pasukan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat diplomasi militer dan menegaskan kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas global.

baca juga : Cloudflare Gangguan, Sejumlah Situs hingga Medsos Down

TNI AD Siapkan Tiga Batalyon Untuk Operasi Kemanusiaan di Gaza

Batalyon Kesehatan akan memberikan layanan medis bagi warga terdampak konflik, termasuk perawatan darurat dan dukungan kesehatan masyarakat. Sementara Batalyon Zeni Konstruksi fokus membangun fasilitas umum, memperbaiki infrastruktur, serta membantu pemulihan fasilitas vital. Batalyon Bantuan melengkapi operasi dengan dukungan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga serta personel TNI di lapangan.

Kadispenad, Kolonel (Inf) Donny Pramono, menegaskan bahwa TNI AD telah menyiapkan personel, kemampuan, dan materiil secara bertahap. Semua personel memiliki keahlian dan pengalaman sesuai kebutuhan misi kemanusiaan. “Kami pastikan setiap elemen siap operasional dan mampu menanggapi situasi di lapangan secara profesional,” ujar Donny.

Selain itu, TNI AD menekankan koordinasi dengan Panglima dan pemerintah pusat masih berjalan, menunggu instruksi resmi terkait pengiriman pasukan. Persiapan ini mencakup pelatihan khusus, simulasi operasional, dan penguatan kemampuan manajemen misi.

Pengiriman tiga batalyon ini diharapkan dapat mendukung stabilitas wilayah, membantu warga terdampak perang, serta menunjukkan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian internasional. Dengan kesiapan matang, TNI AD menegaskan komitmen untuk menjalankan misi kemanusiaan secara efektif dan profesional di Gaza.

baca juga : Kenapa Pernyataan ‘Tak Perlu Ahli Gizi’ Berbahaya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *