prophetrock.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menyampaikan permohonan maaf atas keterlibatan anggotanya dalam kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat.
Kasus ini melibatkan Brigadir Polisi Dua Muhammad Seili, berinisial MS.
Korban berinisial ZD, berusia 20 tahun, merupakan mahasiswi aktif Universitas Lambung Mangkurat.
Peristiwa ini mendapat perhatian luas dari masyarakat Kalimantan Selatan.
Polda Kalsel menegaskan komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu.
Baca juga: “Kemenbud Pulihkan Situs Cagar Budaya Ombilin di Sawahlunto”
Permohonan maaf disampaikan secara terbuka kepada keluarga korban dan masyarakat.
Polda Kalsel juga menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik.
Institusi kepolisian menilai kasus ini mencederai nilai profesionalisme Polri.
Pernyataan Resmi Polda Kalsel kepada Keluarga Korban
Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, Komisaris Besar Polisi Adam Erwindi, menyampaikan pernyataan resmi.
Pernyataan disampaikan dalam konferensi pers di Markas Polresta Banjarmasin.
Konferensi pers digelar setelah kasus pembunuhan berhasil diungkap.
“Atas nama Polda Kalsel, kami turut berduka cita dan memohon maaf,” ujar Adam.
Permohonan maaf disampaikan khusus kepada keluarga korban.
Ia menyatakan rasa empati dan keprihatinan mendalam.
Polda Kalsel memahami duka dan kekecewaan yang dirasakan keluarga korban.
Adam menegaskan pimpinan Polda Kalsel telah memberikan arahan tegas.
Kapolda Kalimantan Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan, meminta penindakan maksimal.
Penindakan dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum.
Tidak ada perlakuan khusus terhadap tersangka.
Proses Hukum dan Penindakan Kode Etik Polri
Polda Kalsel memastikan tersangka akan menjalani proses hukum pidana umum.
Selain itu, tersangka juga menghadapi proses kode etik kepolisian.
Kedua proses tersebut berjalan secara paralel dan terbuka.
“Kami akan tindak tegas pelaku sesuai aturan,” kata Adam Erwindi.
Ia menegaskan proses hukum dilakukan secara objektif dan profesional.
Polda Kalsel membuka ruang pengawasan dari masyarakat dan media.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin akuntabilitas penanganan perkara.
Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kalsel, Komisaris Besar Polisi Heri Purnomo, turut memberikan keterangan.
Ia menyampaikan sidang kode etik akan digelar secara terbuka.
Sidang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Desember 2025.
Publik diperbolehkan memantau jalannya sidang sesuai ketentuan berlaku.
Propam Bergerak Cepat Ungkap Kasus Kurang dari 24 Jam
Heri Purnomo menjelaskan langkah cepat Propam setelah penemuan jasad korban.
Propam Polda Kalsel langsung membentuk tim khusus.
Tim tersebut turun ke lapangan bersama jajaran kepolisian wilayah.
“Maaf atas perbuatan anak buah saya,” ujar Heri Purnomo.
Ia menyatakan seharusnya anggota menjaga citra Polri.
Namun, tindakan pelaku justru mencoreng institusi kepolisian.
Kolaborasi antar satuan dinilai efektif mempercepat pengungkapan kasus.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, identitas dan keberadaan tersangka terungkap.
Kecepatan ini menjadi bukti keseriusan kepolisian menangani perkara.
Polda Kalsel menilai transparansi penting dalam kasus sensitif seperti ini.
Kronologi Kejadian dan Penemuan Korban
Peristiwa pembunuhan terjadi di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.
Kejadian berlangsung pada Rabu, 24 Desember 2025.
Waktu kejadian diperkirakan sekitar pukul 01.30 Wita.
Jasad korban ditemukan pada pagi hari.
Petugas kebersihan menemukan jasad di gorong-gorong kampus STIHSA Banjarmasin.
Penemuan terjadi sekitar pukul 07.30 Wita.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban.
Korban dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin.
Proses otopsi dilakukan untuk kepentingan penyelidikan.
Hasil pemeriksaan menjadi bagian penting dalam pengungkapan perkara.
Penangkapan Tersangka di Banjarbaru
Setelah penyelidikan intensif, polisi mengidentifikasi tersangka.
Pemeriksaan saksi-saksi dilakukan secara cepat dan menyeluruh.
Jejak pelarian tersangka berhasil dilacak aparat kepolisian.
Tersangka MS akhirnya ditangkap di Kota Banjarbaru.
Penangkapan dilakukan pada malam hari di tanggal yang sama.
Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan berarti.
Tersangka langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polda Kalsel memastikan seluruh proses sesuai prosedur hukum.
Hak-hak tersangka tetap dijamin selama proses berlangsung.
Namun, penegakan hukum tetap menjadi prioritas utama.
Komitmen Polda Kalsel Jaga Integritas Institusi
Kasus ini menjadi ujian serius bagi institusi kepolisian daerah.
Polda Kalsel menilai kejujuran dan keterbukaan sangat diperlukan.
Penanganan tegas diharapkan memulihkan kepercayaan masyarakat.
Polda Kalsel berkomitmen melakukan evaluasi internal.
Pengawasan terhadap personel akan diperketat ke depan.
Langkah pencegahan menjadi fokus utama setelah kejadian ini.
Ke depan, Polda Kalsel berjanji meningkatkan pembinaan anggota.
Nilai profesionalisme dan tanggung jawab akan terus ditekankan.
Kasus ini diharapkan menjadi pembelajaran penting bagi seluruh jajaran Polri.
Baca juga: “Dugaan Cinta Segitiga Picu Pembunuhan oleh Oknum Polisi”



Leave a Reply