Pentingnya konektivitas dan keselamatan pariwisata ditegaskan Airlangga

prophetrock.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya konektivitas dan keselamatan dalam sektor pariwisata nasional.
Hal ini diharapkan mendorong pertumbuhan industri wisata di Indonesia pada tahun 2026.

“Dari hasil rapat ini, beberapa hal menjadi catatan, yaitu akselerasi infrastruktur dan konektivitas. Beberapa bandara yang mulai dibuka akan didorong, ditambah dengan program bersama pemerintah pusat dan daerah,” kata Airlangga dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi bersama Kementerian Pariwisata di Jakarta, Senin.

Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDB dan Devisa

Airlangga menyebutkan sektor pariwisata memberi kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, hampir mencapai 4 persen pada 2025.
Sampai triwulan ketiga 2025, devisa yang disumbang sektor ini mencapai 13,8 miliar dolar AS dengan hampir 14 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Pertumbuhan positif ini diharapkan mencapai target pemerintah, yakni 16 sampai 17,6 juta wisatawan mancanegara pada 2026.
Pendapatan sektor diperkirakan meningkat antara 22 sampai 24,7 miliar dolar AS, dengan kontribusi PDB naik menjadi 4,5 sampai 4,7 persen.

Baca juga: “Strategi Transformasi Bangsa Jadi Fokus Retret Hambalang Prabowo”

Keselamatan dan Program Khusus Pariwisata

Selain meningkatkan konektivitas, Airlangga menekankan keselamatan wisatawan sebagai prioritas.
Pemerintah juga menyiapkan program khusus menjelang Hari Raya Lebaran, termasuk pengaturan harga tiket dan program belanja bagi wisatawan.

“Tadi juga dilakukan pembahasan fasilitas visa yang akan dilaporkan kepada Bapak Presiden. Secara keseluruhan, target pariwisata 2026 optimis bisa tercapai,” ujarnya.

Target Kunjungan Wisatawan dan Peningkatan Infrastruktur

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyebutkan target RPJMN 2025 dan RKP 2026 adalah 16–17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Sementara kunjungan wisatawan nusantara diharapkan mencapai 1,18 miliar perjalanan.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB ditargetkan tembus 4,6 sampai 4,7 persen pada 2026.

Selain itu, Kementerian Pariwisata juga berupaya meningkatkan peringkat Indonesia di Travel and Tourism Development Index (TTDI) dari posisi 22 ke posisi 20.
Langkah ini dilakukan melalui penguatan konektivitas transportasi, keamanan wisata, dan fasilitas pendukung bagi wisatawan.

Peran Sinergi Pemerintah dan Daerah

Airlangga menekankan pentingnya sinergi antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk mencapai target pariwisata.
Pemanfaatan infrastruktur transportasi, termasuk bandara dan pelabuhan, menjadi kunci agar wisatawan dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman.
Keselamatan wisatawan akan dijaga melalui regulasi, standar pelayanan, dan pengawasan di destinasi utama.

Pariwisata Aman dan Terintegrasi

Pemerintah optimis dengan kombinasi konektivitas, keselamatan, dan program strategis, sektor pariwisata Indonesia dapat tumbuh berkelanjutan.
Target kunjungan wisatawan, peningkatan devisa, dan kontribusi PDB diharapkan tercapai seiring pemulihan pasca-pandemi.
Sinergi antar-pihak, penguatan infrastruktur, dan pengawasan keselamatan menjadi faktor utama memastikan wisata Indonesia semakin kompetitif di level global.

Baca juga: “Prabowo Titip Pesan ke Airlangga: Industri Tekstil RI Harus Bertahan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *